4 Pejabat Kuningan Diperiksa Tipikor Bandung

oleh -Dibaca : 2.633
Caption: 4 pejabat Kuningan diperiksa sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Bandung

INILAHKUNINGAN- Sidang terdakwa, MR (56), Eks Kepala SMKN 1 Luragung, atas dugaan kasus penyalahgunaan Dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) dan DSP Tahun 2014-2015 dengan kerugian negara Rp290 juta, Rabu (28/04/2021), menghadirkan 5 pejabat Pemkab Kuningan sebagai saksi dan saksi ahli.

Kelima pejabat itu, Saeful Perbendaharaan Disdikbud Kuningan, Ayip Eks Kabid SMA/SMK Disdikbud Kuningan, Otang Sekretaris BPKAD Kuningan dan Ucup Bendahara Kanwil Jawa Barat sebagai saksi. Adapun saksi ahli Eks Auditor Inspektorat, I Putu Bagiasna, yang kini Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kuningan.


Proses sidang cukup menegangkan. Banyak jawaban dari para saksi hanya ucapan “tidak tahu”. Bahkan, terdakwa menyatakan keberatan atas keterangan saksi Ayip. Kuasa Hukum Terdakwa, Haris SH juga menolak kehadiran Saksi Sekretaris BPKAD, Otang karena tidak ada hubungan dengan kasus ini. Yang berhubungan saat itu, adalah Sri Kabid Anggaran BPKAD dulu, yang kini menjadi Auditor di Bogor.

BACA JUGA :  Kalah Duel, Warga Sindang Agung Dibacok

“Betul, Saksi Otang saya tolak karena tidak ada kaitan. Jadi pasti tidak tahu persis anggaran waktu itu (2014-2015,red). Tapi beliau (Otang,red), tetap menjelaskan soal dokumen SP2D,” terang Kua sa Hukum Terdakwa MR, Haris SH, kepada InilahKuningan

Dari seluruh kesaksian, Ia menilai tidak ada satu pun saksi yang memberatkan terdakwa. Begitu saksi ahli, I Putu Bagiasna. Apalagi semua dana itu, hasil kesepakatan para komite sekolah dan pihak sekolah.

BACA JUGA :  Ganas! 38 Santri Diserang Covid 19, Ponpes Ciawigebang Ditutup

“Soal ada dana uang Rp21 juta untuk oknum wartawan, juga saya minta buktinya. Katanya ada, tapi tidak bisa menunjukan dulu,” kata Haris

Begitu bukti pengeluaran dana Rp13 juta buat puasa. Sebab terdakwa samasekali tidak merasa memberi perintah itu. Yang menyalurkan dana, juga bukan terdakwa.

“Harusnya ada perintah terdakwa sebagai kepala sekolah saat itu. Pokoknya, banyak hal janggal, tidak dilakukan oleh terdakwa,” aku dia./tat azhari

BACA JUGA :  Gempa Bumi M 3,1 Guncang Kuningan

   

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *